Saya memang orang yang cukup sulit untuk berkonsentrasi menyelesaikan beberapa hal dalam waktu yang bersamaan, istilah beberapa teman saya “tidak multitasking”. Karena kelemahan saya (atau mungkin kelebihan) itulah maka saya cukup lama tidak sempat menuliskan sesuatu di blog ini atau bahkan lebih parahnya tidak sempat berkonsentrasi menyelesaikan Rumah dan Musim Hujan.

Setelah kepulangan saya dari Korea memang saya langsung dihajar oleh persiapan film Garuda Di Dadaku. Saat inipun saya baru berada di Chennai India untuk final post film tersebut. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, akhir Maret ini Garuda Di Dadaku sudah benar-benar selesai dan menunggu release pada tanggal 18 Juni. Karena sebab itu mulai bulan April saya sudah bisa kembali berkonsentrasi pada Rumah dan Musim Hujan, mudah-mudahan.

Mulai beberapa minggu yang lalu saya dan Rina memutuskan untuk membuat teaser project Rumah dan Musim Hujan berupa postcard. Beberapa persiapan sudah di lakukan. Eddie akan membantu untuk mendirect pemotretan untuk materinya. Luki membantu sebagai art director dan Kelik/Sri Nugroho sebagai fotographer. Di pemotretan nanti dibutuhkan karakter Ragil dan Ara yang akan di perankan oleh Bayu (Ragil) dan Ridwan (Ara).

Rencananya pemotretan ini akan di kerjakan pada hari Senin, 4 Agustus 2007. Dua hari yang lalu Eddie mengirimkan beberapa foto hasil hunting lokasi untuk pemotretan teaser. Melihat foto-foto ini konsentrasi saya malah tidak fokus ke lokasi. Tapi malah tersenyum dan kangen untuk segera bertemu teman-teman di Jogja. Lihat saja gaya mereka saat foto di lokasi.

See you soon, guys!

Beberapa bulan yang lalu saat saya akan memulai menuliskan naskah Rumah dan Musim Hujan, saya membuat sebuah pooling di blog pribadi saya untuk membantu proses development penulisan draft pertama. Berikut beberapa komentar tentang “Musim Hujan” :

Aku pernah punya frase :
/rumah yang kesepian/
/karena hujan tak pernah mampir/

buatku hujan menjadi sangat menyenangkan saat aku di sebuah ruang dengan jendela kaca. Aku aman di dalamnya dan air hujan pun masih sangat nyaman berjatuhan tanpa harus sungkan membasahiku…

(Anggie Noen-Sutradara)

musim hujan berarti hidup bersama anjing saya yang bau, karena bulu tebalnya tidak bisa dikeringkandengan hair dryer. dia mencintai matahari. musim hujan berarti berjalan di sepanjang lorong kecil sambil menangis, karena tidak akan ada orang yang bertanya kenapa. musim hujan berarti mengenang nenek saya,yang selalu bilang:seperti kerbau, dimana kau berkubang, disitu kau senang!

(Elida Tamalagi-Gadis Penjual Teh)

hujan di luar rumah cuma terdengar. kalau beruntung bisa juga tercium baunya.

hujan di luar rumah tidak enak dilihat. selalu mendongak ke atap, atau ke ember. air menitik ke dalam ember, terdengar tidak sedap.

hujan di dalam mobil, sore hari menjelang gelap, di radio apapun jadi enak terdengar. jalanan macet. wiper di posisi 1. lampu mobil depan kadang fokus kadang tidak.

hujan di atas motor. sore hari, jangan terlalu gelap. jalanan boleh macet. jenis hujan langka, gerimis tipis sekali, lembut seperti hujan kabut, dibelakangnya ada matahari. baunya pasti enak.

(Edwin-Lelaki Penjual Sandal)

Hujan buat seorang Tegar berarti persekutuan alam atas rasa kehilangan.
Bapaknya slalu bilang: haram laki-laki berhujan tangis!
Tapi tidak pagi ini: ketika matahari mengintip ranjang pengantin Kasih di Jogja;
sementara gelap menggantung di atas Jakarta, dimana Tegar berlari, berlari! Dadanya hampir meledak, tapi Bapak bilang: haram laki-laki berhujan tangis!
Tapi langit berkenan atas rasa kehilangannya. Air berjatuhan tiba-tiba! Tegar berlari terus berlari!Tak seorang pun tau tubuhnya juga diguyur air mata.
Langit mengajarkan kebijaksanaan: jangan kau simpan rasa yang membuatmu berat.

Lalu waktu berlalu~
Kali ini giliran Tegar mengajarkan kebijaksanaan:
“Bapak, berhujan tangislah bersama anakmu untuk kehilangan terbesar kita; ibuku.”

(Ri – Lelaki misterius)

hujan meluruhkan dan melelapkan kemarahan dan kekerasan, sebaliknya dia me”rumah”kan yang tercerai-berai dan menstrukturkan kembali…
tiada suasana yang lebih hangat dan nyaman selain di rumah ketika hujan..

(thearickackoi)

hujan. romantis untukku tapi gak untuk joedith dan budi yang harus pulang rumah naik motor. tiap kali hujan, aku yang asli bandung bilang asikkkk hujan, ntar malem gak panas. sedangkan joedith yg dari purwokerto dan hampir tiap minggu meriang itu cuma bisa narik napas panjang yahhhhhhh. hihi.

(Ariani Darmawan-Pengembara)

Hujan tidak pernah menimbang-nimbang
hujan tidak perlu berpikir untuk menarik kesimpulan
Hujan adalah bahasa alam …
dapat diketahui manusia tanpa harus mempelajarinya selangkah demi selangkah (taken from http://kamerat.wordpress.com/)

(Ratna-Gadis penggesek biola)

membuatku bisa buatku memeluk kekasih,
hingga hangat menelusup dalam diam yg murung.

(Atmo-Lelaki yang selalu patah hati)

hujan itu adalah penanda waktu, untuk menutup pintu, membuka daun jendela, dan menikmati air yang membentuk alur cacing di kaca jendela…

(Kuntz-Calon Dokter Hewan)

Selamat datang di blog resmi Rumah dan Musim Hujan. Ini adalah film panjang pertama saya. Saya putuskan untuk membuat blog terpisah dari blog pribadi saya agar saya bisa lebih fokus bercerita tentang proses Rumah dan Musim Hujan. Semoga bisa bermanfaat dan memberikan inspirasi.